Indonesia
artikel
Old World

Vertical Slice: Mohawk Games & Soren Johnson

Dalam entri pertama seri terbaru kami, kita melihat kilas balik karya-karya Soren Johnson dan Mohawk Games.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Para fans kawakan game strategi kemungkinan besar sudah mengenal karya-karya Soren Johnson, bahkan jika mereka baru kali ini mendengar namanya. Sepanjang karirnya sebagai seorang pembuat game, mulai dari game hit pertamanya di Firaxis di awal milenium, hingga pendirian studionya sendiri, Mohawk Games, ia telah menjadi salah satu yang terdepan dalam desain game strategi. Ia juga rutin membagikan pengetahuannya lewat berbagai forum (termasuk podcast Designer Notes yang sangat bagus).

Jadi, sebagai bagian dari seri terbaru kami—Vertical Slice—kami menghubungi Soren dan bertanya apakah ia mau mengobrol dengan kami tentang karirnya dan game-game yang pernah ia garap, dari Civ hingga Old World, dan semua yang menyelinginya.

Civilization

Setelah lulus dari Stanford University dan selesai magang di EA, "tempat yang paling terlihat menonjol di mata saya adalah Firaxis." Godaan untuk bekerja bersama Sid Meier terlalu sulit untuk ditolak. Faktanya, ia menghubungi studio tersebut tiga kali. Namun akhirnya, bukan kualifikasinya yang membuatnya bisa masuk, namun kemampuannya bermain cello-lah yang membuat resuménya menonjol. Menariknya, Soren mulai bekerja di Firaxis bersamaan dengan Jake Solomon, yang nantinya akan mengepalai reboot XCOM di studio yang sama. "Kami bertemu di elevator naik pada hari pertama kami, sejenis itulah," kenangnya, menggambarkan sebuah adegan yang tentunya akan diapresiasi oleh fans kawakan game strategi.

Game pertama Soren di studio ini adalah Civilization III, namun dalam kenangannya, proyek itu adalah "proyek yang cukup gila untuk terlibat di dalamnya" karena paruh pertama proses pengembangan game ini dikerjakan oleh orang-orang yang akan meninggalkannya. Studio ini hampir-hampir terbelah menjadi dua setelah beberapa developer pentingnya pergi untuk membuat studio mereka sendiri. Akhirnya, banyak yang telah dibuat oleh tim aslinya harus dibuat ulang, karena game ini dibuat berdasarkan codebase lama Alpha Centauri, dan hampir semua orang yang mengerjakan proyek itu telah meninggalkan Firaxis. Soren dan kolega-koleganya melanjutkan tradisi-tradisi milik seri yang tengah berkembang ini, dan di saat yang sama mengeksplorasi ide-ide baru dalam genre 4X yang telah mapan (jika kamu tidak tahu, 4X adalah singkatan dari explore, expand, exploit, exterminate atau eksplorasi, ekspansi, eksploitasi, dan penghancuran), dan menyajikan sebuah game yang bertujuan memandu sebuah peradaban melintasi zaman.

Setelah melalui "pembaptisan dengan api" di Civ 3, dimana mereka membangun ulang gamenya dan akhirnya merilisnya, terlihat jelas bahwa pelajaran-pelajaran terbesarnya justru hadir setelah rilis. Dengan menjelajahi komunitas daring dan menemukan bagaimana orang-orang sebenarnya memainkan game ini—seringkali, di luar cara yang dimaksud oleh desainernya—tim ini mendapatkan wawasan berharga yang akan membantu mereka untuk memperbaiki bukan hanya mekanika yang menentukan pengalaman bermain, namun juga bagaimana tim ini mengembangkan game ini, kali ini dengan Soren menduduki posisi penting sebagai lead designer.

Old World

"Game yang saya pikir telah kami buat ternyata berbeda jauh dengan game yang sesungguhnya kami buat, dan satu-satunya cara untuk menyadari hal ini adalah dengan mengobrol dengan orang-orang di luar sana ... dan game ini menjadi jauh lebih bagus setelah melalui proses patching." Masukan-masukan ini membantu menentukan arah mana yang akan diambil seri ini untuk Civilization IV, dimana banyak area penting yang mendapatkan kemajuan berarti. Misalnya, "kami memiliki arsitektur multiplayer yang sangat baik untuk pertama kalinya dalam sejarah Civ," mereka mulai mengerjakan AI-nya lebih cepat dari biasanya, dan "ada kerangka mod yang sangat bagus". Hal ini juga berarti mereka dapat memasukkan ide-ide baru yang belum pernah ada di seri ini sebelumnya, termasuk penambahan agama dan tokoh-tokoh hebat.

Di masa inilah Soren pertama kali bereksperimen dengan early access, namun langkah-langkah pertama yang amat hati-hati ini jauh dari bagaimana proses ini bekerja sekarang. Sebuah grup forum yang disebut Frankenstein saat itu telah membantu proses patch Civ 3, dan kini para fans hardcore ini dibawa masuk ke dalam proses ini lebih awal dari sebelum-sebelumnya. Mereka diberikan akses ke Civ keempat lebih dari setahun penuh sebelum game ini benar-benar dirilis. Soren mengamati bahwa hubungan kerja ini membuat mereka bisa "melihat area-area rawan dalam desainnya lebih cepat, sehingga masalah-masalah ini dapat diperbaiki sebelum akhirnay sampai kepada pemain."

Umpan balik ini terbukti sangat penting, dan dengan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana pemain berinteraksi dengan sistem-sistem Civ yang saling berkaitan, mereka dapat membawa lebih banyak perubahan yang membuat pemain dapat fokus bersenang-senang tanpa harus terlalu mengatur detail-detail ekonomi mereka untuk mendapatkan keuntungan marjinal. Frase yang sering diulangi oleh Soren adalah mereka "ingin melindungi para pemain agar tidak menghancurkan pengalaman mereka sendiri." Meskipun ada banyak perubahan yang terjadi di Civ 4, mungkin kuatnya hubungan antara developer dan komunitas adalah hal yang memberi dampak paling besar untuk seri ini dan pengembangan jangka panjangnya.

Spore

Setelah mengerjakan dua Civ berturut-turut di Firaxis, "sudah waktunya saya mengerjakan sesuatu yang bukan Civ." Meskipun ia diminta untuk mengawasi iterasi kelima seri ini, "saya merasa bahwa tidak adil untuk mereka [Firaxis] maupun seri ini jika saya tetap berada di sana. Setelah melalui semua itu sekian lamanya, hampir semua yang ada terlihat seperti masalah. Kamu menemukan alasan untuk tidak melakukan banyak hal." Tampuk kepemimpinan kemudian dialihkan kepada John Shafer, dan Soren pun pergi mencari proyek baru.

Old World

Setelah bekerja dengan Sid Meier, selanjutnya ia kembali menempati posisi di EA, kali ini bersama developer The Sims, Maxis, dimana ia bekerja dengan Will Wright dalam proyek "sangat ambisius" yang dikembangkan oleh tim yang menurutnya amat berbakat dan beragam. Spore membuat pemainnya dapat membawa makhluk kreasi mereka melewati lima tahapan evolusi—Cell, Creature, Tribe, Civilization, dan Space—dan dalam banyak segi, game ini jauh lebih maju dibanding masanya. Soren ditugaskan untuk memimpin level Civ ("mungkin sedikit klise, namun tidak apa-apa") dimana organisme buatan pemain akan membangun sebuah peradaban primitif. Ia bekerja di proyek ini selama sekitar satu setengah tahun, dan meski Spore terbukti populer dalam jangka panjang, game ini mendapatkan respon beragam saat dirilis.

"Saya rasa, visi desain awal Spore punya cacat yang mendasar, karena mungkin bukanlah ide bagus untuk mencampurkan lima game dalam satu, setidaknya bukan game yang saling berurutan," kenangnya. "Seringkali tidak jelas apa yang harus menjadi fokus kami, dan mencoba membuat transisi antar level ini masuk akal untuk pemain adalah tantangan tersendiri."

Game ini sangat menarik, pada akhirnya. Di game ini, pemain dapat membangun kreasi mereka sendiri dan membagikannya dengan komunitas, dan meskipun Soren mendeskripsikan peralatan yang diberikan kepada pemain sebagai "benar-benar ajaib", ia mengamati bahwa game ini tidak pernah menggunakannya secara maksimal. Sedangkan untuk gamenya sendiri, Spore sepenuhnya adalah tentang kreativitas dan kebebasan berekspresi, dan bukan game dengan batasan-batasan jelas yang dapat berujung pada pengambilan keputusan yang menarik. Dan jenis game itulah yang ingin Soren buat selanjutnya, jadi sudah waktunya ia kembali beranjak ke hal yang baru.

Dragon Age Legends

"Gaming sosial waktu itu baru mulai berkembang, dan nampak sangat menarik," tutur Soren saat ia mengingat-ingat langkah yang ia ambil selanjutnya dalam industri ini. "Saya menghabiskan beberapa waktu membuat prototype beberapa game yang pada intinya adalah board game dan game kartu yang bisa dimainkan di browser, dan hal ini cukup menyenangkan." Tim yang bekerja bersamanya sangat akur dengan kru Bioware, dan tak lama, Soren pun bekerja sebagai desainer Dragon Age Legends, "sejenis MMORPG mini yang bisa kamu mainkan di Facebook."

"Saya berusaha menyelesaikan masalah dimana orang-orang menimbun potion di RPG. Semacam, kamu tiba di titik akhir game tanpa menggunakan satu pun potion-mu karena kamu tidak pernah tahu kapan potion itu akan kamu butuhkan. Jadi, saya ingin memberikan pemain kemampuan untuk membuat potion mereka sendiri, jadi kami mengimplementasikan siklus dimana kamu akan menjelajah, menyelesaikan quest, dan bertarung, lalu kamu bisa kembali dan membuat barang-barang yang dibutuhkan secara real-time." Pemain juga dapat merekrut teman mereka untuk bergabung dalam party dan menggunakan karakter mereka, sebuah fitur yang disukai oleh orang-orang di masa interaksi yang bermakna amat jarang ditemui di ruang sosial.

Old World

"Bagian sulitnya adalah, saya tidak sadar bahwa saya sedang mendesain MMO sebelum terlambat," aku Soren dalam obrolan kami. Nampaknya, para pemain menghabiskan konten yang telah disiapkan oleh tim ini lebih cepat dari dugaan. Pada akhirnya, game ini tidak sempat berkembang menjadi sesuatu yang lebih substansial dan "memerlukan tim desain yang lebih handal" dari yang didapatkannya.

Setelah itu, ia pun sempat bekerja di Zynga, setahun menggarap sebuah game yang sayangnya tidak pernah sampai ke pasaran. Hal ini, di luar dugaan, termasuk biasa untuk developer game yang bekerja di studio besar, dimana banyak proyek berakhir mati sebelum dirilis. Tim dimana ia bekerja akhirnya dibubarkan, namun dengan pesangonnya, Soren membuat perusahaannya sendiri... Mohawk Games (yang dinamai dari model rambut yang terkenal itu).

Offworld Trading Company

Ide yang mendasari game debut Mohawk ini adalah sebuah game strategi real-time tanpa senjata, dimana alih-alih menggunakan tank dan serangan udara, pemain akan saling menekan lawan mereka lewat ekonomi. Tema ini terinspirasi game-game klasik seperti M.U.L.E. dan sistem ekonomi di seri strategi populer lainnya, Age of Empires, dan tema ini bekerja dengan sangat baik dengan pembangunan dan manajemen sumberdaya yang telah sinonim dengan genre RTS.

"Saya merasa bahwa topik yang ada sangat kurang" di genre RTS, katanya. "Mereka semua hampir terlihat sama, bukan? Ada yang lebih taktikal, ada yang lebih ke arah strategi, namun intinya semuanya hanya tentang membangun pangkalan, membuat tank, lalu menghancurkan lawan. Saya percaya bahwa RTS kini sudah terjebak, sayangnya, dalam formula itu. Padahal masih banyak ruang desain yang dapat diisi."

Old World

Di sekitar waktu inilah, early access juga mulai mengambil bentuk seperti sekarang, dengan Valve meresmikan hubungan yang baru mulai terbentuk antara developer dan para pemain berdedikasi yang senang memainkan sebuah game yang belum selesai dan membantu kreatornya, baik dengan memberikan umpan balik maupun mengatasi bug yang muncul saat bermain. Bekerja bersama dengan komunitas di Civ 4 mungkin sudah membuka mata Soren akan keuntungan melibatkan pemain lebih awal, namun apa yang mungkin lebih mendorongnya adalah hilangnya akses ini saat ia mengerjakan Spore dan Dragon Age. Keuntungannya sangat jelas untuk Soren.

"Istri saya [Leyla, yang bekerja di Mohawk juga] mengelola turnamen, yang akhirnya menjadi sesuatu yang besar karena ... jika kamu punya turnamen, orang akan ingin menang, mereka tidak akan bermain dengan tujuan lain. Jika kamu meminta pemain untuk menang, mereka akan dengan cepat menemukan hal-hal yang bisa dieksploitasi, apa saja celah dalam desain yang bisa mereka manfaatkan. Mereka tidak peduli akan kesenangan, mereka hanya akan mengerjakan apa yang bisa memberikan kesuksesan lebih. Jadi, dari turnamen-turnamen ini, jika kami melihat adanya gaya main atau strategi yang sangat dominan, kami tahu bahwa ada sesuatu yang harus diubah."

Offworld Trading Company beresonansi dengan para fans strategi, sampai-sampai kini, empat tahun setelah ia pertama dirilis, game ini masih sukses dengan serangkaian ekspansi dan tambahan dalam gameplay yang menjaganya tetap relevan ("kami punya beberapa DLC yang sedang kami kerjakan untuk Offworld, empat tahun setelah rilis"). Menurut Soren, "itu adalah cara untuk tetap mengerjakan gamenya" dan konten berbayar ini turut membantu update gratis yang dapat dinikmati oleh seluruh komunitas. Tentu saja, fakta bahwa Offworld "tidak punya kompetitor, dalam artian tidak ada game yang sejenis ini" juga turut membantu.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Old World

Dan dengan itu, kita kembali ke masa kini, ke proyek kedua studio ini, sebuah game strategi berbasis giliran yang dinamai Old World. Bahkan dalam selayang pandang saja, game ini terlihat memiliki beberapa kesamaan dengan Civ. Namun di sini, seperti namanya, fokusnya berada di peradaban-peradaban kuno dan game ini tidak mencoba mencakup keseluruhan sejarah manusia.

"Saya cinta sejarah, jadi saya akan selalu ingin mengerjakan hal yang berhubungan dengan sejarah, namun bukan berarti saya ingin membuat game seperti Civ yang berfokus pada keseluruhan sejarah dunia. Saya tidak ingin hanya mengopi Civ, karena jauh lebih sulit membuat game yang mencakup keseluruhan sejarah," jelas Soren. "Produksinya memang lebih besar, namun itu artinya cakupan proyeknya juga meningkat, dan lebih sulit membuatnya persis seperti yang diinginkan." Ia melanjutkan, dan menambahkan bahwa "kamu tidak boleh melewatkan bagian sejarah tertentu, atau pemain akan kecewa." Tidak hanya itu, dengan luasnya cakupan sejarah yang dimasukkan, game akan menjadi lebih panjang dan lebih banyak bagian yang harus dipertimbangkan dan diseimbangkan. Rencananya, mereka akan membuat game strategi yang lebih terfokus dan terkonsentrasi pada satu periode sejarah yang spesifik, serta mengeksplorasi era tersebut dalam kerangka 4X yang familiar.

Lalu, Soren menyinggung satu game yang, jika dilihat lagi, sangat masuk akal. Crusader Kings telah sangat populer sepanjang dekade terakhir ini (kamu bisa membaca review CK3 saya di sini), dan meskipun simulator dinasti karya Paradox ini tidak sepenuhnya 4X, dampak yang dibawanya dalam genre strategi tidak bisa dipungkiri lagi. Kini, pemain sangat haus akan game strategi yang lebih berfokus pada penceritaan yang berkarakter dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat muncul.

Old World

Lebih berfokus pada satu periode dalam sejarah "membuka kemungkinan-kemungkinan adanya perubahan dalam game karena kamu mungkin akan punya seorang pemimpin yang sangat pintar dan satu lagi adalah seorang pemimpin militer yang hebat, dan tiba-tiba bonus yang kamu dapatkan dalam game akan berubah." Hal ini jelas bekerja di Old World, yang berfokus pada pemimpin-pemimpin tertentu dalam sejarah, dan Soren bukan satu-satunya desainer yang ingin lebih memasukkan kepribadian pada game-game strategi buatannya. Hal ini adalah "sesuatu yang sedikit dipaksakan masuk oleh Civ meskipun kurang pas secara tema, dan terasa tidak natural. Namun dalam kasus ini [Old World], rasanya hal ini seperti hadir di depan mata, dan hampir-hampir hadir dengan cuma-cuma."

"Intinya, kamu mendapatkan mekanika-mekanika yang telah dipahami oleh para pemain secara cuma-cuma, karena orang sudah mengerti bahwa pemimpin yang berbeda pun punya sifat berbeda, klan-klan saling berkonflik, dan setelah X tahun, orang akan mati. Selalu menyenangkan saat orang dapat mengerti desain tertentu karena mereka merasa terhubung dengannya."

Kami akhirnya mengobrolkan apa yang akhir-akhir ini terjadi di Old World, dan Soren menyinggung penambahan multiplayer, yang baru saja diluncurkan dan akan menambahkan beragam cara baru untuk menikmati game ini ("kamu akan bisa memainkannya dengan serentak, tidak serentak, bersama tim, kamu bisa main dengan karakter ataupun tidak, ada juga mode cloud yang sangat bagus untuk saling mengirim save antar pemain") dan tentu saja semua di Mohawk sangat antusias melihat reaksi komunitas akan penambahan-penambahan ini.

Mengenai mode single-player, studio ini tengah memoles game-nya berdasarkan umpan balik dari pemain, meskipun "pada dasarnya, kerangka gamenya sudah ada" dan kini mereka hanya tinggal menyempurnakan apa yang telah dibuat tanpa penambahan fitur yang akan mengubah game ini terlalu banyak. "Kami tidak punya daftar panjang berisi hal-hal yang ingin kami masukkan ke dalam game, dan lebih mengarah pada membuat pengalaman bermain game yang lebih baik, dan saya rasa setiap bulannya game ini semakin baik saja."

Jika kamu ingin melihat game-game yang disinggung di artikel ini dengan lebih dekat, Old World kini telah tersedia di Epic Games Store bersama Offworld Trading Company, yang juga ada di Steam bersama Civilization III, Civilization IV, dan Spore.

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.