Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
preview
Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster

Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster - Impresi Pertama

Dengan perilisan ulang dari SMT3, Atlus menginginkan kita untuk mengenang kembali masa-masa indah. Tetapi sebelumnya masa depan harus berakhir terlebih dulu.

HQ
HQ

Minggu lalu saya mencoba HD remaster dari Shin Megami Tensei III: Nocturne untuk mendapatkan impresi pertama dari revisi yang dibuat Atlus untuk pemain global. Saya tidak memainkan versi aslinya dari PS2 dulu, tetapi saya mengenal seri ini dari spin-off 3D Shin Megami Tensei IV: Apocalypse, yang menggunakan (dan menyederhanakan) banyak mekanika dari seri ini. Part 3 berusia 18 tahun kini dan hal itu langsung terlihat ketika kamu memulai game, ketika grafis poligon yang diperdetail membawa kita kembali ke perjalanan nostalgia menembus waktu.

Sekilas, lingkungan sekitarnya masih terlihat ringkas. Kita melalui kelahiran kembali dari bumi sebagai seorang penyintas dan sesaat setelah kita memulai permainan, sebuah bencana besar bernama Conception terjadi. Ia mengubah Tokyo menjadi "Vortex World" yang membuka jalan bagi awal dari dunia baru. Kita bermain sebagai seorang pelajar muda yang berpartisipasi di dalam semacam perjalanan dengan teman-teman siswanya, dan menjadi sedikit yang beruntung terhindar dari kepunahan berkat sebuah kebetulan. Terjebak antara dua dimensi, kita bertemu dengan entitas-entitas yang kekuatannya tidak dapat dipahami dan akhirnya kita menjadi bahan permainan mereka. Itulah kenapa kita diubah menjadi makhluk bernama Demi-fiend, setengah manusia setengah iblis dengan potensi yang besar. Dalam bentuk ini, kita mampu melawan keinginan dari kekuatan itu, jika kita mampu bertahan melalui ujian-ujian yang diberikan oleh game ini.

Seperti yang bisa kamu lihat, banyak yang terjadi di tiga jam pertama: Skema sekte bertemu dengan konsep religius yang dibawa untuk menjelaskan kejadian-kejadian yang lebih misterius. Kamu memulai petualangan ini dengan banyak pertanyaan dan premis ini terus berlanjut ke dalam gameplay dalam cara tertentu. Meskipun secara umum game ini memberitahu apa yang perlu kita lakukan, saya bahkan sudah menengok walkthrough di prolog demi bisa memahami apa arti dari mekanika game yang kurang jelas dan menghemat waktu.

Ini adalah iklan:
Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster
Shin Megami Tensei III Nocturne HD RemasterShin Megami Tensei III Nocturne HD RemasterShin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster

Di Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster, kita menjelajahi dungeon muram 3D yang sangat terstruktur. Jika kamu keluar dari jalur utama yang seperti labirin, kamu bisa menemukan item-item berguna atau jatuh ke sebuah jebakan, sementara pertarungan acak berlangsung dalam interval reguler. Entri ketiga dari seri utama ini memperkenalkan mekanisme "Press Turn", yang nantinya menjadi sistem "One More" yang ada di seri Persona. Istilah ini merujuk kepada konsep di mana serangan kritikal memberikan aksi tambahan. Jika kamu menggunakan sebuah serangan yang membidik kelemahan dari tipe demon tertentu, atau mendaratkan sebuah pukulan beruntung, kamu bisa beraksi sekali lagi. Namun, jika kamu meleset, salah satu anggota grupmu akan kehilangan gilirannya. Musuh juga memanfaatkan sistem ini, jadi kamu harus mempertimbangkannya juga.

Selain karakter utama, yang tidak akan mati karena dengan begitu permainan akan berakhir dan kamu dibawa kembali ke layar utama (kamu harus membuka kembali file save kamu), kamu bisa memanggil hingga tiga iblis di party saat ini. Alih-alih mengeroyok target secara individu dengan skuad milikmu, kamu bisa mengajak mereka bergabung denganmu. Mekanisme ini lebih terpoles lagi di entri-entri berikutnya dari seri ini, tetapi intinya sudah ada di sini. Masing-masing demon memiliki sifat yang berbeda, yang menentukan bagaimana kamu memilih jawaban. Makhluk-makhluk ini seringkali meminta item atau uang, jadi jangan sampai mereka menipumu.

Ini adalah iklan:

Jika kamu bertemu dengan hantu atau demon yang bersahabat selama perjalananmu, berbicaralah kepada mereka jika sempat. Mereka akan memberikan informasi menarik tentang lingkungan sekitar, terkadang memperkenalkan mekanika game baru atau bahkan menyembuhkan seluruh tim secara gratis. Karena pertarungan dan eksplorasi adalah dua pilar utama dari gameplay Shin Megami Tensei III: Nocturne, pemain baru sebaiknya menggunakan waktu untuk mengenali semua mekanika yang ditawarkan game ini. Sebagai contoh, habiskan waktu untuk memaksimalkan potensi dari rekan-rekanmu yang (mirip dengan Pokemon) menjadi lebih kuat, mempelajar serangan baru, dan bahkan berubah bentuk. Pewarisan skill juga menjadi bagian dari game, jadi kamu bisa membangun pasukan demon milikmu sendiri.

Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster
Shin Megami Tensei III Nocturne HD RemasterShin Megami Tensei III Nocturne HD RemasterShin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster

Perilisan ulang terbaru dari SMT3 tidak akan menyajikan perubahan konten apapun, tetapi pemain bisa membeli DLC tambahan. Pada versi ini, sebagai contoh, kamu biasanya akan bertemu denan Raidou Kuzunoha, protagonis dari spin-off Devil Summonuer. Jika kamu mengaktifkan DLC Maniax, sebagai gantinya kamu akan bertemu dengan Dante dari Devil May Cry. Satu hal lain yang harus dicatat adalah opsi tingkat kesulitan baru yang ditambahkan ke game utama. Hal ini membuat sang Demi-fiend menjadi sangat kuat dan menghilangkan sebagian besar komponen taktis dari pertarungan. Selain itu, pemain dari Perancis, Italia, Jerman, dan Spanyol bisa menantikan subtitel sesuai bahasa masing-masing. Terakhir, kamu juga bisa berhenti dan keluar dari game tanpa menyimpan progres di save point. Kamu akan langsung bisa melanjutkan petualanganmu dari titik yang sama jika kamu kembali.

Memulai Shin Megami Tensei III Nocturne HD Remaster terasa seperti sebuah perjalanan kembali melalui waktu. Karena saya tidak memiliki kenangan nostalgia dengan versi awalnya, versi ini terasa seperti game retro lama yang kini bisa dimainkan di perangkat-perangkat modern. Melihat tampilan cel-shading masa awal membutuhkan waktu untuk menjadi terbiasa, begitu juga tempo lambat yang mewarnai pertarungan dan eksplorasi linear. Saya penasaran untuk melihat ke mana cerita ini akan membawa saya, tetapi sejujurnya, saya tidak mengharapkan sebuah hal mencengangkan dari perspektif gameplay (developer Atlus memulai itu beberapa tahun kemudian dengan Shin Megami Tensei: Persona 3). Kami akan kembali dalam beberapa minggu untuk melihat apakah game ini mampu menjembatani waktu menunggu hingga kehadiran Shin Megami Tensi V yang akan hadir secara eksklusif untuk Switch.

HQ

Teks terkait



Loading next content