Indonesia
review
Paper Mario: The Origami King

Paper Mario: The Origami King

Seri spin-off ini telah kembali seiring perayaan Nintendo akan ultah ke-25 Mario.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Mereka mengatakan Mario berulang tahun ke-35 tahun ini, tetapi itu jika kita melihat dari platformer side-scrolling pertamanya. Ia sebenarnya berumur 37 kemarin jika kita memasukkan Mario Bros. pertama, atau bahkan 39 jika dihitung dari kemunculannya di Donkey Kong sebagai "Jumpman". Ketiga game klasik itu memang berhubungan erat dengan melompat, tetapi sang tukang ledeng ini juga dikenal sebagai atlet hingga dokter, pembalap, petarung, bahkan pekerja konstruksi. Kini sembari menunggu Nintendo untuk mengumumkan selebrasi 35th Anniversary yang berisi kebangkitan dari beberapa platformer Mario terbaik, seri sekundernya lah yang menjadi penanda acara ini.

RPG ringan Paper Mario bukanlah franchise yang main-main, ia muncul pertama kali 20 tahun lalu di Nintendo 64 dan terinspirasi berat dari Super Mario RPG SNES 1996. Dengan begitu panjangnya sejarah franchise ini, maka Paper Mario: The Origami King menghadapi tantangan untuk menghadirkan inovasi dan harus bisa menghibur pemain lama serta para pendatang baru. Meski setiap entri pada akhirnya terjual sebanyak jutaan, developer Intelligent System telah kesulitan menjaga keseimbangan itu dalam beberapa tahun terakhir, karena tidak ada formula yang dapat memuaskan harapan fans lama sekaligus tetap menawarkan konten yang ringan dan ramah keluarga.

The Origami King memiliki pendekatan dan struktur game yang pas dalam hal itu, karena ia terasa lebih luas dan terbuka sejak awal. Ia tetap setia dengan konsep utama yang berhasil di The Thousand Year Door (Gamecube), entri dari seri ini yang paling disukai sejauh ini. Ia juga menjaga keindahan dan komedi dengan tingkat tertinggi di franchise ini. Dan akhirnya, ia mencoba untuk berinovasi dengan sistem pertarungan yang dirombak penuh, memanfaatkan keahlian IntSys di bidang ini. Jadi, tentu saja semuanya sempurna, bukan? Ya, tidak ada yang benar-benar buruk, tetapi bisa dibilang masih ada kekurangan yang dapat dirasakan.

Paper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami King

Karena itu adalah fitur terbesar dan mungkin paling kontroversial, mari kita membicarakan tentang sistem pertarungan itu. Paper Mario biasanya mengaburkan garis antara RPG dan adventure karena ia mengambil sejumlah sistem dari RPG untuk mengembangkannya ke dalam bentuk adventure. Pertarungan adalah salah satu dari elemennya. Ia mengikuti mekanika berbasis giliran (turn-based) tradisional, dengan tambahan sinkronisasi penekanan tombol untuk bonus serangan dan pertahanan. Kamu (dan kelompokmu, jika ada), sebagian besar melawan sejumlah musuh dalam bentuk garis, atau kelompok, tetapi The Origami King menambahkan sebuah dimensi baru karena ia menaruh semuanya ke atas medan perang berbentuk lingkaran. Sebelum kamu memiliki kesempatan untuk menyerang, dan jika kamu ingin pertarungan berlangsung secepat mungkin (percayalah, kamu akan menginginkannya), kamu harus membariskan musuh dengan tepat dengan menggerakkan cincin-cincin kosentris di sekelilingmu. Ia tidak terasa "logis", tetapi menariknya ia terasa seperti catur di awal. Hanya dengan berhasil dalam hal ini kamu bisa memanfaatkan serangan garis atau areamu, karena kamu harus membariskan atau mengumpulkan musuh.

Masalahnya di sini adalah inovasinya terasa usang dengan cepat dan sistemnya segera terasa repetitif. Kamu mungkin menyukai atau membenci ide ini, tetapi pada akhirnya ini adalah gerakan 3-4 cincin yang sama lagi dan lagi. Jika kamu menyukainya, kamu tidak akan menemukan tantangan berarti setelah beberapa jam. Jika kamu membencinya atau tidak menguasainya, kamu mungkin akan menghabiskan sejumlah koin untuk para Toad untuk membantumu mengatur cincinnya, karena pada akhirnya kamu akan cukup kaya jika kamu penuh rasa ingin tahu dalam penjelajahanmu.

Hal ini bisa dapat diterima jika pertarungan memiliki peran lebih, tetapi masalah lainnya adalah - seperti yang telah diduga (ditakutkan oleh beberapa penggemar), tidak ada perkembangan karakter nyata di sini. Tanpa level yang bisa dipanjat, tidak ada kekuatan spesial untuk dibuka, atau skill untuk diatur, pertarungan hanyalah tentang mengatur posisi musuh dan menggunakan senjata dan item yang kamu miliki, yang kamu dapatkan dari balok tanda tanya dan berisi bahan material yang lebih kuat. Itu artinya gold yang kamu dapatkan dihabiskan untuk item eksplorasi dan bantuan dalam pertarungan.

Paper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami King

Jadi, ia cepat terasa membosankan sampai-sampai kamu sudah tidak ingin melawan beberapa musuh setelah 5-6 pertemuan. Perkembangannya di sini, selain dari senjata yang ditingkatkan, adalah meningkatkan Heart Points. Itu artinya lebih banyak nyawa untuk menahan damage dan membuat Mario lebih kuat, pada akhirnya memungkinkan dia untuk mengalahkan musuh hanya dengan melompatinya atau memalunya tanpa memasuki pertarungan.

Namun, terdapat beberapa ide yang bersinar, yaitu ketika melawan bos. Di sini musuh berada di tengah dan Mario harus mencari cara untuk menuju ke titik lemahnya atau mencari item/pad yang tersebar di seputar cincin. Karena ini adalah konsep yang didesain khusus untuk setiap bos, IntSys memperkenalkan beberapa ide hebat dalam bagaimana seharusnya pendekatan atas pertarungan berjangka panjang ini. Mereka terasa bervariasi, mendalam, segar, dan menyenangkan, semua yang tidak dimiliki pertarungan standarnya.

Masalah lain adalah bagaimana beberapa bagian dan perjalanan terasa seperti filler. Seperti yang kami katakan tentang pertarunganya, rasanya game ini akan lebih bagus jika lebih padat. Jangan salah, ada banyak konten yang patut diapresiasi, dengan dunia yang besar. Tetapi ketika tugas-tugas itu terasa hambar dan dangkal, lalu ditambah pula dengan pertarungan-pertarungan membosankan, rasanya jadi lama sekali.

Menariknya, The Origami King memiliki desain level yang lebih baik dibandingkan RPG rata-rata, dan saya sangat menikmati menjelajah setiap dunia dan bagian untuk mencari para Toad yang hilang dan terlipat. Ruang-ruang rahasia, mekanika-mekanika lucu, mini game kecil, dan lainnya membuat pencarian Toad lebih menarik daripada pertarungan itu sendiri, yang secara ironis menggambarkan game ini.

Paper Mario: The Origami King

Ketika kamu berjalan melalui level-level yang menarik itu, kamu akan menikmati beberapa visual terbaik di seri ini, dan kamu akan tertawa dengan tingkat karaker, situasi-situasi, dan penulisan naskahnya secara umum. Ini membuat beberapa kekurangan di game ini seakan menjadi sebuah kesempatan besar yang dilewatkan. Selalu menarik untuk mengenal musuh-musuh di Paper Mario, mengenal "kepribadian" dan "motivasi" mereka. Hal ini dilakukan dengan menggunakan kisah dari Mushroom Kingdom dengan cara terbaik yang pernah kami lihat.

Jadi... yah, jika kamu telah mengikuti seri ini, kamu tahu kita pernah mengalaminya. Mari kita hadapi, Paper Mario tidak ingin bersandar lebih jauh ke akar RPG-nya, begitupun tidak ingin terlalu dalam atau lebih kompleks, karena The Origami King terlihat ragu-ragu dalam mengimplementasikan beberapa mekanikanya yang lebih rumit. Agak menyedihkan bagaimana seri Mario & Luigi yang kini sedang berada di awang-awan melakukan segala sesuatu lebih baik untuk membuat pemain lebih tertarik. Selera humor The Origami King yang hebat, levelnya yang keren, dan desain bos yang inovatif, harus rela digandengkan dengan beberapa adegan kurang menarik dan sistem pertarungan yang tanggung. Jadi jika kamu menerima semua ini di entri-entri sebelumnya, tinggal tambahkan SP (score point) ke review ini. Jika kamu kurang yakin dan menginginkan mekanika yang lebih adiktif, atau kamu tidak menikmati jika harus banyak membaca, maka hilangkan poin itu. Game ini bisa saja lebih hebat, saya akan menyukainya lebih, saya pikir kita bisa meminta lebih, tetapi tampaknya ia (Nintendo) mencegah dirinya sendiri untuk berkembang.

Paper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami King
Paper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami King
Paper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami KingPaper Mario: The Origami King
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Paper Mario paling indah dan kocak sejauh ini. Desain level yang hebat dan bervariasi. Pertarungan bos seru. Banyak konten.
-
Pertarungan dengan cepat terasa hambar dan repetitif. Beberapa filler panjang. Tidak terasa begitu menarik setelah durasi panjang.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.