Indonesia
Gamereactor
review
Narita Boy

Narita Boy

Lima tahun setelah ia didirikan, Studio Koba akhirnya merilis game perdananya yang impresif.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Action platformer 2D bertema retro dari Studio Koba, Narita Boy, adalah proyek perdana dari studio tersebut yang didesain dengan rencana untuk "menciptakan pengalaman unik dan aneh untuk pemain dengan visual yang menakjubkan, cerita memikat, gameplay yang memukau." Dan, setelah memainkan game ini, saya bisa dengan yakin bahwa Narita Boy telah mencapai itu.

Cerita yang membingungkan dari Narita Boy membawamu menjelajahi sebuah dunia virtual luas yang dikenal sebagai Digital Kingdom. Tugasmu adalah untuk mengembalikan ingatan dari sang Creator yang sangat penting. Kisah ini berlatar di tahun 1980-an, dan sang Creator adalah otak di balik sebuah konsol video game terlaris bernama Narita One. Entah bagaimana, dunia nyata dan game terlaris sang kreator, Narita Boy, telah tergabung. Kini kamu harus menyelamatkan dunia. Jika kamu kesulitan mengikuti ceritanya, jangan khawatir, kamu tidak sendiri! Ceritanya mungkin agak susah untuk dimengerti, tetapi untungnya, keseruan gameplay membayar hal itu.

Gameplay dari Narita Boy adalah sebuah campuran antara sesi pertarungan, platforming, dan pemecahan puzzle. Pertarungan Narita Boy yang berfokus pada jarak dekat terasa mulus dan bertempo cepat. Ada banyak pula kekuatan yang bisa kamu buka seiring permainan. Menggunakan Techno Sword, kamu bisa melakukan sabetan ke berbagai arah, dan terdapat gerakan spesial dengan cara menahan tombol yang bisa kamu gunakan, salah satunya akan mengubah pedangmu menjadi sebuah shotgun, sementara yang lain mengubahnya menjadi sebuah sinar laser. Variasi musuhnya sangat bervariasi dan seringkali kamu akan menghadapi berbagai macam musuh sekaligus, yang memiliki pola serangan dan perilaku berbeda-beda.

Selain pertarungan jarak dekat tersebut, terdapat pula berbagai macam bos perkasa yang menawarkan tantangan dan pertunjukan virtual. Beberapa yang paling kreatif adalah naga bernapas api, nuri yang menembakkan laser, dan ikan raksasa bergigi tajam. Pertarungan-pertarungan ini meningkatkan tantangannya, tapi untungnya, Narita Boy cukup dermawan dalam hal checkpoint.

Dalam hal platforming, saya sangat menyukai bagaimana kekuatanmu di dalam pertarungan bisa digunakan pula dalam penjelajahan. Dash bisa digunakan untuk menghindari serangan maupun melalui jurang. Contoh lain, serangan ke bawah juga diperlukan untuk menghancurkan rintangan. Semua gerakan yang ada kemungkinan bisa digunakan juga dalam penjelajahan, sehingga semuanya terasa terkoneksi dengan erat. Akan tetapi, saya pribadi merasa bahwa skill up slash terasa kurang presisi dan menyebabkan beberapa kematian menyebalkan ketika saya perlu menggunakannya untuk melompat ke atas demi menghindari proyektil yang melesat.

Narita Boy

Ketika berusaha untuk mengembalikan ingatan sang Creator, kamu memiliki sejumlah objektif untuk diselesaikan. Sering kali ini termasuk mencari kunci digital untuk membuka pintu-pintu ke area baru. Kamu perlu melakukan napak tilas berkali-kali di sini, sehingga disayangkan bahwa Narita Boy tidak memiliki sebuah peta atau sistem untuk melacak objektif. Jika kamu kembali ke game setelah beberapa hari tidak bermain, kamu bisa saja kebingungan atas apa yang perlu dilakukan kecuali kamu kembali dan dengan teliti mengecek semua area yang pernah kamu lalui.

Kamu juga akan bertemu beberapa puzzle di sepanjang perjalanan yang harus kamu pecahkan untuk mengaktifkan portal-portal yang menghubungkan antar area. Puzzle-puzzle jujur saja terasa sangat repetitif, karena mereka terus-menerus memerlukan kamu memberikan kombinasi simbol berwarna yang tepat. Simbol yang benar biasanya bisa ditemukan di sekitar area itu, sehingga mendorongmu untuk menjelajah dan berinteraksi dengan objek-objek sekitar. Hal ini adalah sesuatu yang saya harapkan bisa dikembangkan lebih lanjut, karena saya akhirnya merasa bosan dan menebak-nebak kombinasinya saja hingga benar. Fakta bahwa saya tidak dihukum atas hal ini membuatnya lebih menggoda lagi.

Pujian spesial harus saya berikan kepada soundtrack Narita yang mempesona. Lantunan synth pop 80-an dengan sempurna menekankan estetika retronya, dan beberapa lagu terus berputar di kepala saya jauh setelah saya selesai mematikan Nintendo Switch saya. Visual pikselnya juga tidak dapat diremehkan, dana saya suka dengan pilihan filter CRT yang dapat menangkap suasana bermain di era game ini berlatar.

Narasinya mungkin membuat kepala saya pusing, tetapi saya terkesan dengan semua yang ditawarkan Narita Boy. Latar retronya disajikan dengan indah melalui gaya piksel dan soundtrack synth pop 80-an. Pertarungannya pun bertempo cepat, bervariasi, dan mulus. Meski begitu, ia tetap memiliki sejumlah kekurangan yang menahannya dari kejayaan. Beberapa mekanika platforming-nya kurang presisi, puzzle-nya sering diulang, dan tidak ada sistem yang baik untuk melacak objektif.

Narita BoyNarita Boy
Narita Boy

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Pertarungannya bertempo cepat dan mulus. Platforming dan pertarungan terkoneksi dengan baik. Presentasinya luar biasa.
-
Beberapa mekanika platforming terasa tidak presisi. Puzzle-nya repetitif. Tidak ada peta atau cara untuk melacak objektif.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Narita BoyScore

Narita Boy

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Lima tahun setelah ia didirikan, Studio Koba akhirnya merilis game perdananya yang impresif.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.