Indonesia
preview
Jurassic World Evolution

Jurassic World Evolution: Complete Edition for Switch - Kesan dari Percobaan Langsung

Kami kembali ke Isla Nublar untuk melihat bagaimana rasanya memainkan Jurassic World Evolution di Switch.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Frontier Development sudah terkenal sangat ahli dalam membuat game simulasi yang bagus. Entah kamu lebih suka Planet Coaster atau Zoo Tycoon, studio ini menawarkan banyak pilihan game manajemen yang dapat kamu coba, dan salah satu percobaan terakhir mereka adalah Jurassic World Evolution. Dengan beragam skenario unik bertema Jurassic Park, Jurassic World Evolution mengambil hal-hal yang membuat Zoo Tycoon menyenangkan, dan di saat yang sama mengganti mamalia-mamalia membosankan dengan reptil kuno raksasa yang kita kenal sebagai dinosaurus. Beberapa minggu lagi, titel ini akan kembali berevolusi dengan rilis ulang, namun kali ini di Nintendo Switch. Nama yang dibawa pun seberat dinosaurus—Jurassic World Evolution: Complete Edition for Switch.

Jadi, apa yang membuat Complete Edition ini komplit? Sederhananya, karena edisi ini mengandung semua yang terkait dengan titel ini—game dasarnya, ketiga ekspansi mayor, empat pak dinosaurus, bahkan koleksi skin Raptor Squad. Namun, bukan cuma hal-hal itu yang membuat edisi ini spesial, melainkan fakta bahwa titel ini adalah titel Nintendo Switch. Entah bagaimana caranya, Frontier dapat mengemas semua dinosaurus milik mereka dalam paket berukuran 5,6GB.

Nah, sekarang, saya tidak akan menyelam terlalu dalam tentang apa itu Jurassic World Evolution—kami sudah membahasnya saat game ini pertama dirilis. Jika kamu ingin membacanya, kamu bisa mengunjungi review kami. Di sini, saya berencana akan berfokus pada adaptasi teknologinya ke Switch, dan saya akan mulai dengan mengatakan bahwa adaptasi ini tidak buruk sama sekali.

Jurassic World EvolutionJurassic World Evolution

Game ini, meski bukan yang tercantik dari semua versi (kamu bisa berterimakasih pada hardware Switch yang terbatas untuk hal ini), terlihat cukup bagus. Visualnya lumayan. Tidak luar biasa, namun cukup jelas untuk menampilkan Ankylosaurus sampai ke manik mata kadalnya. Grafisnya, secara umum, terlihat bagus untuk titel ekspansif ini, mengingat ukuran filenya yang kecil. Embel-embel di bangunannya dapat dikenali, dan efek saat dinosaurus ini bergerak melewati air pun terlihat jelas. Saat kamu zoom out, game ini terlihat cukup bagus. Dari perspektif udara, pulaumu terlihat bersinar, namun jika kamu melihat lebih dekat, beberapa hal jelek dapat terlihat. Biasanya, hal ini bukan masalah besar karena saat memainkan game simulasi seperti ini, kamu biasanya akan melihat dari sudut yang lebih luas, namun saat kamu mengendarai buggy Ranger, ceritanya berbeda.

Dengan cara yang sama, frame rate-nya sering menurun saat Switch berusaha memproses game setingkat ini. Biasanya, saya tidak terlalu mempermasalahkan frame rate di titel Switch, namun seringkali saya mengalami visual yang patah-patah saat perangkat ini berusaha memuat konten yang banyak ini. Kamu mungkin mengira bahwa frame rate ini mengganggu, begitu juga dengan waktu loadingnya, namun anehnya keduanya terasa cukup cepat, atau setidaknya lumayan cepat sampai tidak terlalu mengganggu otak saya yang tidak sabaran.

Jurassic World EvolutionJurassic World Evolution

Satu area yang mungkin akan mengkhawatirkan untuk titel simulasi adalah adaptasi dari skema kontrolnya. Untungnya, untuk Jurassic World Evolution, sudah banyak versi konsol yang dapat dipelajari. Hal ini membuat versi Switch ini nyaman dimainkan, baik saat digenggam lewat Joy-Cons atau saat di-dock dengan kontroler Pro.

Omong-omong soal mode genggam, saya mengamati sedikit masalah dengan bagaimana versi ini saat dimainkan. Supaya tidak salah paham, saya akan mulai dengan mengatakan bahwa versi dock ini terlihat dan dapat dimainkan seperti layaknya versi konsol namun dalam resolusi lebih rendah. Artinya, semuanya berada pada tempatnya dan terdefinisi dengan bagus. Masalah utama mode genggam ini berputar di bagaimana HUD dan teksnya diadaptasi. Seringkali, keduanya terasa terlalu kecil dan sulit untuk terbaca di layar Swith yang kecil. Saya rasa, tidak ada salahnya untuk sedikit memperbesar HUD, agar lebih mudah terbaca di mode genggam.

Jurassic World Evolution

Audio untuk titel ini nampaknya telah dikemas dengan baik untuk kepindahannya ke Switch, dan bahkan tema ikonik Jurassic Park pun terdengar bagus saat diputar lewat speaker bawaan Switch. Kamu mungkin mengira semua yang harus diproses ini akan membuat Switch memasuki mode overdrive, memutar kipas pendingin dengan kencang, dan menghabiskan baterai dengan cepat, namun nyatanya tidak. Setelah beberapa jam bermain, baterai Switch saya masih tersisa 30%, yang kalau dipikir-pikir lumayan hebat juga.

Saya harus mengatakan bahwa, salah satu area yang mengecewakan saya adalah kurangnya dukungan untuk kontrol gerak. Tentu saja saya tidak mengharapkan kontrol gerak sebagai cara utama memanipulasi game ini, namun mengapa saya tidak bisa menyetir truk Ranger atau mengarahkan kamera dengan kontrol gerak Switch yang unik? Hal ini akan menambahkan gameplay yang akan membuat pengalaman Jurassic World Evolution ini lebih nyata, dan bukannya terasa sebagai simulator menyetir yang diadaptasi dengan buruk, seperti ketika kita berada di balik setir seri kendaraan Ranger.

Mempertimbangkan semua itu, Jurassic World Evolution: Complete Edition for Switch adalah pengalaman yang cukup impresif. Game ini mengambil titel yang amat bagus dengan kemampuannya memproduksi proyek berskala besar, dan menaruhnya dalam layar yang sempit dengan kemampuan hardware terbatas, dan dalam banyak kasus berhasil menjalankannya. Tentu saja saya punya beberapa masalah dengan versi genggam game ini sepanjang saya mempersiapkan preview ini. Namun jika kamu memikirkan bagaimana kamu sekarang dapat membawa dunia dinosaurus ini bersamamu di dalam kereta, atau saat pergi ke supermarket, atau mungkin ke pulau tropis yang memiliki populasi kadal tersendiri... Yah, jujur saja, saya dapat berkompromi—apalagi saat saya dapat menikmati suara manis dan dalam Jeff Goldblum yang menarasikan permainan saya, kapanpun saya mau.

Jurassic World EvolutionJurassic World EvolutionJurassic World Evolution

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.