Indonesia
Gamereactor
review
It Takes Two

It Takes Two - Review

Hazelight kembali dengan satu lagi petualangan berfokus co-op.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kita telah mendengar berkali-kali sebelumnya bahwa game-game tertentu didesain dengan fokus pada co-op. Sebagian besar, itu artinya membantu satu sama lain untuk meraih tebing yang tinggi, atau satu pemain menembak sementara yang lain mengendarai mobil. Namun, game director Josef Fares dan studionya Hazelight memiliki pemikiran yang lebih jauh dari itu, dan saya berani berkata bahwa It Takes Two adalah standar emas untuk potensi dari sebuah game co-op.

Ketika game dimulai, kita diperkenalkan dengan sepasang orang tua: Cody dan May, yang hubungannya telah merenggang, sehingga mereka dapat bertengkar atas hal-hal sepele. Tentu saja akan menjadi lebih sulit ketika anak-anak terlibat, karena mereka cenderung terjebak di dalamnya. Hal ini membuat anak perempuan Cody dan May menangis dan berharap mereka bisa berhenti bertengkar dan berbaikan. Setelah itu, kedua orang tuanya pun secara ajaib berubah menjadi boneka-boneka kecil dalam sebuah versi fantasi dari dunia nyata, di mana mainan-mainan berubah menjadi hidup dan hewan-hewan dapat berbicara dan memiliki kecerdasan.

Sebuah karakter berbentuk buku bernama Dr. Hakim adalah satu-satunya yang terlihat tahu apa yang terjadi dan berperan sebagai semacam lem untuk ceritanya, yang pada dasarnya adalah sebuah sitcom yang ditulis dengan cukup baik. Kedua pasangan ini harus menghadapi kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan di masa lalu dan dipaksa untuk membantu satu sama lain untuk bisa keluar dari paviliun dan sampai ke rumah untuk mengontak anak mereka.

Jika perjalanan ini, yang berlokasi di sebuah rumah normal, merupakan sesuatu yang mudah, tentu saja tidak akan menjadi sebuah game yang seru. Tetapi seperti yang bisa kamu bayangkan, segalanya menjadi lebih sulit jika kamu berubah menjadi hanya sebesar ibu jari. It Takes Two didesain dengan mengedepankan hiburan dan jika kamu mencari sesuatu yang realistis, lebih baik cari game lain saja. Dengan begitu, selama petualangan ini kamu akan melakukan berbagai hal seru seperti rafting sungai, menjelajahi angkasa, dan membantu para tupai teroris di dalam atau sekitar rumah keluarga itu.

Saya sengaja tidak menjelaskan rinci supaya kamu bisa menjelajahi semuanya sendiri, tetapi fakta bahwa seluruh petualangan berada di sebuah bangunan rumah bukan berarti ia kekurangan variasi dalam hal lingkungan ataupun gameplay. Dan yang lebih penting lagi, aspek co-op dari game inilah yang membuatnya begitu menawan.

Jika kamu sudah pernah memainkan game terakhir Hazelight, A Way Out, kamu dalam derajat tertentu akan mengenali pengaturan dan gameplay-nya. Hampir semua disajikan dalam split-screen, apakah kamu bermain secara lokal maupun online. Kamu harus bisa melihat apa yang dilakukan oleh teman bermainmu untuk bermain dengan maksimal. Namun, di sini semuanya memiliki tingkat lebih tinggi dibandingkan game sebelumnya.

Tantangan-tantangan berupa puzzle, aksi, platforming, uji ingatan, latihan koordinasi, pertarungan bos, dan banyak lainnya tersedia di sini. Selama permainan, saya sangat terkejut dengan kreativitas yang ditunjukkan dalam hal bagaimana dua orang bisa memecahkan masalah dengan berkolaborasi dan berkomunikasi. Sama sekali tidak ada single player, dan hampir tidak mungkin kamu menang jika kamu dan rekanmu tidak berkomunikasi satu sama lain.

It Takes Two

Dalam beberapa kasus, ada beberapa hal mudah seperti menembakkan diri atau rekanmu dari meriam, di mana satu menembak dan satu lagi membidik. Lalu ada pula adegan di kendaraan di mana yang satu mengatur kecepatan sedangkan yang lain mengatur setir. Kita telah melihat hal ini sebelumnya, tetapi kebanyakan yang ada merupakan hal-hal brilian yang belum pernah saya lihat sebelumnya di sebuah game, dan mengingatkan saya akan ide-ide gila yang biasanya ditawarkan oleh Nintendo. Sebagai tambahan, kamu terkadang akan mendapatkan peralatan atau gawai yang akan mengubah permainan. It Takes Two tidak pernah terasa stagnan dan terus memberikan kejutan.

Sebagai tambahan, terdapat juga mini-game di mana kamu bisa beradu ketangkasan dengan satu sama lain. Peraturannya seringkali sederhana dan intuitif, tetapi cukup mendalam untuk menghibur. Sebagai contoh, terdapat sebuah mini-game tank, pacu kuda, dan lempar presisi. Sekumpulan mini-game ini juga bisa diakses dari menu game jika kamu ingin bermain langsung.

Tapi tidak semuanya positif, karena terdapat beberapa kekurangan yang terlihat. Masalah terbesar datang dari kontrolnya. Kontrolnya tidak seresponsif yang saya inginkan dan saya pikir developernya mengetahui ini. Masalah ini dipecahkan dengan sebuah tingkat kesulitan yang rendah, di mana kamu selalu bisa kembali selama satu pemain masih hidup, begitu juga dengan check point yang banyak, bahkan pada pertarungan bos.

Pertarungan bos biasanya menjadi yang paling menonjol di game, tetapi di It Takes Two saya rasa mereka adalah di antara elemen terburuknya. Di satu sisi, game ini berubah dan menjadi lebih berfokus pada aksi, yang tidak begitu cocok dengan kontrol yang tidak akurat. Di sisi lain, tidak selalu jelas bagaimana cara untuk melukai sang bos. Mencari solusi tanpa bantuan yang diperlukan menjadi salah satu sorotan di game ini, tetapi ketika pertarungan bos, solusinya lebih kepada 'trial and error', di mana saya harus mati berkali-kali sebelum menemukan jalannya.

Tetapi saja, meskipun dengan kekurangan-kekurangan itu, It Takes Two adalah sebuah game yang diciptakan dengan baik. Selain gameplay co-op yang jauh melampaui semua yang pernah saya lihat sebelumnya, akting suaranya juga bagus, musiknya digubah dengan baik, dan grafisnya cantik. Ceritanya mungkin tidak akan memenangkan penghargaan literatur, tetapi pengaturan rom-com ini berjalan dengan pas, sehingga petualangan Cody dan May tetap menarik untuk diikuti hingga akhir.

Secara umum, It Takes Two patut mendapatkan rating yang tinggi. Mainkanlah ini dengan seseorang yang kamu suka, apakah itu pasangan atau teman baik. Kolaborasi ini akan menguji pertemananmu, tetapi juga berpotensi merekatkannya ketika berhasil. Karena game ini bisa dibagikan secara online dengan temanmu tanpa ia perlu membelinya, maka tidak akan begitu sulit untuk menemukan teman bermain. Pastikan kamu melakukan itu, karena dengan It Takes Two, sebuah standar baru untuk co-op di dalam game telah ditetapkan.

It Takes TwoIt Takes Two
It Takes Two

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Gameplay co-op segar dan menyenangkan. Pendekatan rom-com yang memikat. Akting suaranya bagus dan musiknya ditulis dengan baik.
-
Kontrolnya tidak seakurat yang diinginkan. Bos membutuhkan banyak percobaan dan kegagalan.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.