Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
artikel
Smite

Franchising and stabilisasi: Mengobrol soal Smite Pro League dengan Direktur Brand Esports Hi-Rez Studios

Kami duduk bersama Auverin Morrow untuk berbincang tentang Season 8 SPL, Smite Challenger Circuit, dan apa yang menunggu kita di tahun 2022.

HQ

Season 8 SPL kini telah usai. Setelah season yang berat, dengan format yang dirombak dan skena kompetitif yang dibangun ulang—dibentuk di sekitar tim-tim franchise yang dimiliki dan dijalankan oleh Hi-Rez Studios—Atlantis Leviathans telah mencatatkan diri mereka di buku-buku sejarah dengan mengangkat palu setelah mengalahkan Tartarus Titans di Grand Final hari Minggu yang lalu. Dengan penampilan yang amat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, saya telah diberi kesempatan mengobrol dengan direktur brand esports, Auverin Morrow, tentang bagaimana kesuksesan mereka di tahun 2021 dalam skena kompetitif Smite.

Sebagai permulaan, saya bertanya pada Morrow mengenai transisi SPL dari liga yang direpresentasikan organisasi pihak ketiga ke sebuah liga franchise, dan bagaimana hal ini berjalan untuk Hi-Rez sepanjang 12 bulan terakhir.

"Saat kami mengumumkan perubahan ini, bahkan ketika kami berdiskusi secara internal, kami sempat merasa 'apakah kita gila dengan melakukan hal ini? Apakah kita benar-benar sudah kehilangan akal.' Saat kami mengumumkannya ke komunitas, sentimennya juga kurang lebih seperti itu," Morrow bercerita pada saya. "Namun, Year One telah menjadi kesuksesan besar, dilihat dari segi manapun. Kita semua tahu Covid seperti apa, dan kami menghadapi banyak rintangan karenanya, terutama dengan negara-negara menutup perbatasan mereka dan isu-isu VISA yang muncul gara-gara hal ini. Namun secara garis besar, dari proses VISA ke proses pembayaran ke bisa lebih terlibat dalam brand-brand kami dan bagaimana kami mengintegrasikan mereka dalam game, semuanya telah jadi lebih mudah tanpa keberadaan perantara."

"Saya sebenarnya punya beberapa data di sini dari presentasi yang kami berikan baru-baru ini di ESI Digital Writer. Kami membuat akun Twitter untuk masing-masing tim, kami membuat logo mereka, nama mereka, brand mereka, suara brand mereka, mereka terdengar berbeda satu sama lain di Twitter. Di tahun pertama kami berhasil mendapatkan lebih dari 18.7 juta impresi, lebih dari 1.3 juta interaksi, dan 1.1 juta tayangan di YouTube. Di beberapa hal, kami melihat lebih banyak interaksi di akun brand daripada yang pernah kami lihat sebelumnya di akun organisasi pihak ketiga. Dengan banyaknya cinta dan perhatian yang bisa kami berikan pada brand-brand itu, semua tim kini sedikit lebih setara. Kami bisa lebih mengontrol brand-brand ini dan memastikan tiap tim memiliki rencana media sosial, konten-konten khusus, pemasaran khusus, dan hal-hal ini terbayarkan di tahun pertama."

Ini adalah iklan:

Waktu yang tepat untuk perubahan

Dengan liga kini dijalankan oleh Hi-Rez, saya bertanya pada Morrow apakah perubahan besar ini membantu pembangunan esport Smite sepanjang 2021, apalagi mempertimbangkan beratnya 12 bulan kemarin.

"Hal ini sangat membantu kami menstabilkan diri," kata Morrow. "Kami tidak perlu khawatir apakah VISA untuk organisasi yang ini akan lebih bermasalah dibandingkan organisasi yang itu, atau apakah organisasi ini akan frustrasi dengan fakta bahwa kami tidak bisa memproses VISA, dan apakah mereka akan keluar dari sini. Ada banyak pertanyaan jika kamu bekerja dengan organisasi pihak ketiga, yang singkatnya mereka bisa bertindak terlepas dari tujuan internalmu. Mengetahui bahwa brand-brand ini adalah milik kami dan inilah brand-brand yang akan kami terus miliki tak hanya membantu kami melewati 2021, namun hal paling penting di sini adalah kini kami punya akses lebih langsung ke pemain, serta proses di balik VISA dan pembayaran."

"Hanya ada sedikit halangan di sana dan di sini, selain isu global yang memang begitu, namun hal ini juga telah membantu kami merencanakan beberapa hal lagi untuk jangka panjang. Di awal 2021, kami telah bisa mulai memikirkan 2022. Dan kini di awal 2022, kami mulai bisa memikirkan 2023. Kami tahu brand-brand ini akan menjadi apa dan apa yang ingin kami lakukan dengan mereka dan bagaimana mereka bisa lebih diintegrasikan ke dalam game, bahkan lebih dari sekarang. Ini benar-benar fantastis. Hal ini mengurangi sakit kepala kami, saya rasa."

Ini adalah iklan:
HQ

Lebih dekat dengan rumah: Anugerah atau bencana?

Liga-liga esport franchise telah menjadi lebih umum sepanjang beberapa tahun terakhir. Baik itu Overwatch League, Call of Duty League, atau divisi-divisi top League of Legends, ada banyak contoh, namun kebanyakan slot-slot franchise bertempat di beragam lokasi berbeda di dunia. Mengingat hal ini, saya bertanya pada Morrow apakah dengan SPL berbasis di Georgia, AS, hal ini memberi kesulitan atau membatasi pertumbuhan SPL secara berarti.

"Tentu ada tantangan-tantangannya tersendiri, apalagi di dunia pasca-Covid. Urusan VISA adalah mimpi buruk. Namun, secara umum, dengan pemain berbasis di sini... untuk kami, ini semua soal akses. Kami adalah perusahaan esports yang jauh lebih kecil dari yang kalian biasa lihat, apalagi di ranah MOBA, karena kami berada di ranah yang sama dengan League of Legends dan Dota. Tim kami jauh lebih kecil dan kami harus lebih berhati-hati dan strategis dalam mengalokasikan sumberdaya."

Morrow melanjutkan, "Membawa para pemain ke sini adalah hal paling optimal agar kami bisa mendapatkan akses yang kami butuhkan untuk membuat konten yang kami inginkan untuk setiap tim. Dengan mereka bisa datang ke sini dan berlatih di lingkungan tempat mereka akan berkompetisi nanti, telah menjadi bantuan besar untuk tim-tim tersebut tahun ini. Dengan lokasi mereka yang lebih dekat, kami punya akses lebih banyak ke mereka. Hal ini membuat kami bisa membuat konten, pemasaran, kegiatan-kegiatan promosi, integrasi sponsor, hari media live, dan konten-konten semacam ini telah sangat banyak membantu kami memasarkan pemain-pemain dan tim-tim ini karena kami punya strategi pemasaran yang sangat berfokus pada pemain untuk esport kami."

"Semua ini tidak bisa terjadi tanpa para pemain, merekalah yang membuat penonton datang," tambah Morrow. "Orang datang untuk menonton PolarBearMike dan Fineokay. Orang-orang mengikuti mereka, dan kami ingin memastikan bahwa kami bisa mengakses mereka kapan saja, dan menggunakan mereka untuk memasarkan tim dimana mereka bermain dengan lebih baik."

HQ

Season 9 dan masa depan

Dengan kesuksesan Season 8, Hi-Rez telah mengumumkan serangkaian perubahan ke skena kompetitif untuk Season 9. Tahun 2022, sebelum liga reguler dimulai tanggal 1 April, akan diadakan Kickoff Tournament mulai 25 Maret, dan sebelum itu akan ada Promotion Tournament pada 18 Februari, memberikan kesempatan pada tim-tim Smite Challenger Circuit kesempatan untuk berkompetisi di SPL. Tim-tim di SPL akan bermain dalam tiga fase kompetisi, yang masing-masing akan diakhiri dengan event LAN tingkat Masters yang semuanya akan bermuara ke Smite World Championship berikutnya, yang rencananya akan diadakan di Desember 2022 atau Januari 2023.

Dengan format baru ini, dimana kompetisi tingkat dua mendapat dukungan lebih besar, saya bertanya pada Morrow apa yang mendorong keputusan mereka untuk terjun lebih dalam dalam SCC.

"Saya bisa melihat kenapa skena esport yang lebih besar bisa semacam, 'tidak ada artinya melakukan kompetisi esport semi-pro tingkat dua', namun untuk kami, satu hal yang selalu menjadi fokus kami adalah kelangsungan," kata Morrow. "Komunitas yang kami layani adalah komunitas yang lebih insular, semacam kultus kepribadian, orang punya satu pemain pro yang mereka benar-benar cintai, dan pemain pro ini adalah bintangnya, dan merekalah yang membuat orang-orang datang untuk menonton."

"Yang harus dipikirkan di sini adalah, semua orang pada akhirnya akan pensiun. Kami harus memastikan bahwa akan ada generasi bintang-bintang selanjutnya yang akan mengambil alih. Satu hal yang menjadi fokus utama kami, terutama menjelang Season 9, adalah bagaimana cara membangun dukungan kami pada skena ini, membuatnya formal, memastikan bahwa kami bisa memberikan dukungan yang mereka butuhkan, dan mulai menaikkan visibilitas di media sosial agar orang bisa mulai membangun hubungan dengan pemain-pemain semi-pro ini dengan cara yang sama dengan bagaimana mereka berhubungan dengan pemain-pemain pro. Kami ingin membuat jalur yang lebih jelas untuk tim-tim semi-pro ini agar mereka bisa memasuki Pro League."

Kamu bisa membaca lebih jauh soal perubahan apa saja yang akan datang ke Smite Pro League in Season 9 di sini, dan menilik lebih dalam ke formatnya di sini.

HQ

Meski SPL dan SCC adalah dua skena esport yang paling menonjol di portofolio Hi-Rez, pertumbuhan cepat dan kesuksesan Rogue Company telah menimbulkan pertanyaan, apakah kita akan melihat game shooter taktikal ini mendapat skena profesional serupa nantinya. Morrow memberikan jawabannya.

"Esport Rogue Company adalah salah satu yang paling diminta dalam komunitas kami. Kami masih belum siap membagikan rencana apa yang ingin kami lakukan di 2022, namun hal ini adalah sesuatu yang kami tengah dalami, dan kami ingin mencoba membuat strategi-strategi baru untuk menaikkan dukungan."

Terimakasih untuk Auverin Morrow dan Hi-Rez Studios yang telah bersedia berbincang dengan kami.

HQ

Teks terkait



Loading next content