Indonesia
Gamereactor
teks gadget

EKSA E910 Wireless Gaming Headset

Headset ini menawarkan konektivitas nirkabel menakjubkan dengan harga yang bersaing.

Pasar periferal gaming sangatlah kompetitif. Baik kita mencari mouse, keyboard, mic, atau headset baru, banyak perusahaan yang menawarkan teknologi mereka yang sesuai untuk kita. Di Eropa, pasar ini didominasi brand seperti Logitech, HyperX, SteelSeries, Razer, dan beberapa lainnya. Namun perusahaan Cina, EKSA, berencana untuk bergabung dan telah perlahan memperluas pasarnya di Eropa semenjak peluncuran headset E900 tahun lalu. Di bulan ini, EKSA akan menghadirkan E910, sebuah versi upgrade dari headset sebelumnya yang ditujukan untuk menawarkan kualitas performa dengan harga bersaing, dan kami berkesempatan untuk mencobanya dan membuktikan pernyataan tersebut.

Sebelum kita memasuki seluk beluk teknis, bagaimanakah tampilan dari EKSA E910 dan rasanya saat dipakai? Hadir dengan berwarna hitam, beserta logo bercahaya merah di tiap earcup, E910 menghadirkan bantalan kepala yang nyaman dan empuk dan earcup yang tebal membuat headset ini nyaman untuk dipakai kapanpun. Headset ini juga dibuat dengan rangka logam, memberikan kestabilan dan hanya terlihat di tiap ruas di mana headband bertemu earcup. Untuk earcupnya sendiri, terbuat dari plastik. Meskipun tidak memberikan estetika murahan, namun menjadi bagian yang kurang menarik dari headset ini.

EKSA E910
EKSA E910EKSA E910

Menuju aspek yang lebih menarik dari tampilan headset, antara earcup dengan headband adalah kawat melingkar, yang diletakkan di lokasi yang membuat integritas dari kawat tidak perlu dipertanyakan. Lalu pada telinga kiri, E910 menghadirkan fitur mic yang dapat ditarik, beserta port USB untuk cas, tombol power, tombol mute mic, dan pengatur volume. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, earcup dapat bercahaya saat headset dinyalakan, menampilkan logo EKSA menyala merah di bagian luar headset.

Dari segi performa, untuk audio kualitas E910 masih bisa diterima. Memang bukan headset dengan suara terjernih yang pernah dicoba, terutama dalam volume tinggi, namun tidak buruk juga. Dibandingkan dengan HyperX Cloud II Wireless atau SteelSeries Arctis 7x, kualitas audio dari E910 bisa dibilang kurang, namun sebagai yang termurah dari ketiganya, dengan margin yang cukup jauh, ini sudah diperkirakan.

Yang ditawarkan oleh headset ini adalah suara surround 7.1 virtual, membuat E910 menjadi headset yang cocok untuk gaming imersif, karena kualitas suara tidak sepenting dalam mendengarkan musik. Baik memainkan shooter, contohnya open beta Battlefield 2042, atau thriller atmosferik seperti Alan Wake Remastered, E910 berhasil menyatukan kita ke dalam, dan tidak ada yang perlu dikomplain dari aspek ini. Namun berbeda halnya jika mendengarkan sealbum penuh dengan suara maksimal yang justru akan kehilangan kualitas, karena headset ini memiliki bas yang mendominasi sehingga tidak direkomendasikan untuk hal ini.

EKSA E910

Yang paling unggul dari headset ini adalah konektivitas. Dengan metode koneksi 5.8Ghz, memungkinkanmu untuk berjalan cukup jauh dari colokan USB di PC/konsol tanpa berkurangnya kualitas. Ini juga berarti E910 memiliki level lag atau gangguan minimum, cocok untuk game di mana butuh respon cepat akan langkah kaki atau suara yang menjadi taruhan antara hidup atau mati. Dengan desain ini, EKSA memberikan pendekatan nirkabel menguntungkan melalui E910, yang berarti satu-satunya kabel untuk headset ini hanyalah kabel cas USB 2.0-USB-C pendek, sehingga begitu headset ini kehabisan baterai (setelah 8-10 jam pemakaian tanpa henti), kita terpaksa menggunakan output audio alternatif.

Perlu diingat bahwa daya tahan baterai 8-10 jam itu sangatlah bagus untuk headset nirkabel, terutama dengan pengecasan yang hanya butuh dua jam, tidak ada yang perlu dikomplain.

EKSA E910

Dua area yang tidak saya sukai adalah mic dan slider dari headset. Mic yang bisa dikeluar masukkan ke dalam earcup kiri dan memberikan kualitas input audio yang lemah. Untuk game atau chat party/discord reguler, mic E910 lebih dari cukup, namun jika kamu membutuhkannya untuk streaming atau apapun itu yang membutuhkan kejernihan audio vokal, headset ini kurang cocok. Untuk slider, isu utamanya adalah bukan slider volume yang sempurna - hanya untuk meningkatkan atau menurunkan volume headset, berbeda dengan Arctis 7X atau Cloud II Wireless, kamu harus mengatur level volume PC secara manual selain mengatur audio headset, dibandingkan melakukannya sekaligus.

Selain bagian lebih lemah barusan, E910 merupakan headset yang cukup mumpuni, menawarkan kualitas kompeten dengan harga yang masuk akal dibandingkan headset gaming lainnya. Pengaturan yang mudah dan cepat, baik digunakan untuk PC maupun konsol (yang harus dilakukan hanyalah memasang colokan USB di port dan menyalakan headset, sesederhana itu), kualitas build yang kuat, dan performa koneksi nirkabel yang top. Memang kurang dari segi kualitas audio dan mic, namun dengan harga Rp1.7 juta (400.000 lebih murah dari Cloud II Wireless, bahkan lebih murah 3juta dari Arctic 7X yang dijual di SteelSeries), kita sudah mendapatkan headset yang bagus. Itu pun belum termasuk tas kulit yang hadir bersama E910.

EKSA E910EKSA E910
EKSA E910
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.