Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Call of Duty: Warzone

Call of Duty: Warzone

Infinity Ward meluncurkan salah satu game battle royale terbaik di pasaran, namun gamenya masih belum punya identitas yang membedakan dari yang lain.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Mode Blackout dari game Call of Duty: Black Ops menghebohkan dunia gaming di penghujung tahun 2018 silam, seakan dapat mengguncang tahta battle royale Fortnite . Tapi ketenarannya mendadak hilang begitu saja. Memang perubahan ke map, event-event khusus, dan pembaruan lainnya membuat match masih mudah dimulai, namun peluncuran Apex Legends dan Fortnite Chapter 2 mengingatkan pemain bahwa game-game seru dan berkualitas tinggi kini dapat dimainkan gratis. Nasib Blackout pun mengikuti judulnya - ia menghilang dari khazanah gamers umumnya. Solusinya? Memperkenalkan Call of Duty: Warzone, game shooter free-to-play yang terinspirasi novel/film Battle Royale dan mengambil latar di dunia Modern Warfare. Apakah ini yang dunia gaming tunggu-tunggu selama ini? Tidak juga.

Sistem gameplay memang seru dan semulus mode multiplayer di Call of Duty: Modern Warfare. Kontrolnya pun (biasanya) responsif dan lancar, mayoritas senjata terasa menyenangkan dipakai, dan tata suaranya membuat kami bergidik setiap ada ledakan atau peluru yang lewat di samping telinga. Belum lagi map yang ditawarkan jauh lebih beragam dibandingkan pilihan map Blackout, menjadikan game ini patut dicoba. Jauh lebih sedikit bangunan yang sekadar disalin-tempel dan senang rasanya melihat banyak komputer dalam game yang bisa dipakai dan pintu-pintu tertutup yang menyembunyikan rahasia atau setidaknya menandakan perubahan yang akan datang. Warzone telah mengambil banyak inspirasi dari pesaingnya di beberapa area, sekaligus memperkenalkan fitur-fitur dan perubahan menyegarkan ke genre yang sekarang sudah lumrah.

Call of Duty: Warzone

Perubahan yang paling signifikan adalah fitur Gulag. Jikalau Fortnite dan Apex Legends mempercayakan nasib pemain ke partner mereka jika karakter mereka tewas, Warzone memberikan kesempatan kedua bagi pemain untuk membuktikan diri bahwa mereka pantas bersanding dengan 149 pemain lainnya di peta (pihak pengembang sedang merancang ronder dengan 200) dengan melemparkan pemain ke pertarungan 1 lawan 1 di pancuran mandi Alcatraz. Oke, bagian terakhir tadi cuma khayalan penulis setelah kebanyakan nonton The Rock, tapi pemain harus melawan pemain lainnya di satu dari tiga ruang pancuran untuk mendapat kesempatan kembali bergabung ke pulau. Mode ini mirip dengan pertarungan Gunfight mini, dengan empat puluh detik yang disediakan untuk membunuh pemain lain dengan loadout (persenjataan dan perlengkapan) acak. Kalau waktunya habis, kemenangan menjadi milik pemain yang berhasil menduduki tengah ruangan dengan mengontrol bendera yang akan muncul selama beberapa detik. Dengan waktu yang sangat terbatas dan loadout acak, jantung pemain pun berdebar kencang di sana, menjadikan momen kembalinya ke pulau begitu berharga. Tapi kalau gagal di Gulag, salah satu anggota skuadronmu harus membayar sebesar 4,500 (uang game) di salah satu titik Buy Stations di peta.

Call of Duty: WarzoneCall of Duty: Warzone

Yap, Call of Duty: Warzone punya sistem mata uang yang membolehkan pemain untuk membelanjakan uang yang didapat melalui mengalahkan pemain lain, membuka kotak perlengkapan, dan menuntaskan misi opsional. Mata uang ini dapat dibelanjakan untuk mendapat killstreak, self-revive kit untuk membangkitkan karakter sendiri, kotak amunisi, dan menghidupkan kembali anggota tim yang sudah gugur. Sistem ini menarik karena mengurangi kecenderungan camping dan memotivasi pemain untuk mengalahkan pemain lain dan mengambil kesempatan yang ada. Salah satu kekurangan sistem ini adalah partner yang tewas bisa spam tombol yang menunjukkan Buy Station terdekat, jadi kami sarankan pemain membentuk tim dengan teman-teman yang dipercaya, terutama jika tidak tahan suara 'biip' dan ikon kecil muncul terus di layar setiap beberapa detik.

Pilihan lainnya adalah bermain dengan mode lain yang disebut Plunder, dengan misi mendapat 1,000,000 dollar dan dengan fitur respawn dinyalakan. Mode ini tidak terlalu menarik atau berbeda, karena pada dasarnya hanya sistem battle royale dengan fokus ke pengumpulan uang dan respawn. Beberapa strategi bisa cukup variatif karena ada berbagai cara untuk menabung uang pemain, tetapi mode-mode multiplayer Modern Warfare' masih lebih greget dalam membangun adrenalin.

Bagaimanapun, cukup menyenangkan punya pilihan mode bermain, dan Plunder bisa menjadi cara yang bagus untuk mengenal peta dan mekanisme utama game. Mekanismenya gameplay sih tidak terlalu sulit, karena banyak bagian dari Warzone yang telah di-streamline dibandingkan dengan Blackout. Attachment senjata telah dihilangkan dari loot karena sistem loot baru menggunakan sistem kelangkaan (rarity) yang otomatis memberikan lebih banyak attachment ke senjata paling langka. Pilihan yang lebih sedikit bisa jadi kelemahan bagi pemain yang suka kustomisasi senjatanya berdasarkan cara bermain, tetapi ada juga sisi positifnya. Pemain tidak usah menghabiskan waktu di menu yang berantakan untuk mengevaluasi hasil loot, misalnya. Aksesibilitas menjadi pertimbangan besar di Warzone, dan kami bisa menghargainya walau mengurangi kepuasan optimisasi senjata.

Call of Duty: Warzone

Lalu mengapa kami tidak tergila-gila dengan game ini? Mungkin kami sudah menjadi skeptis, tetapi perubahan dan invoasi yang ada belum cukup untuk menghilangkan rasa bahwa game ini sama seperti game-game lainnya yang sudah sering kami mainkan selama tiga sampai empat tahun terakhir. Jikalau Fortnite punya sistem membangun struktur bangunan dan estetika kartunnya, dan Apex Legends punya ability yang unik, Warzone cuma punya sistem Gulag dan uang. Belum lagi sistem uang dan belanja terkadang bisa mengurangi kesimpelan yang menjadi daya tarik game-game genre ini, sehingga ujungnya game ini hanya menawarkan satu fitur yang cukup unik di antara sejumlah gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya.

Terkait gagasan lama, kami tidak suka dengan sistem ping yang diaktifkan melalui tombol arah di konsol, karena memaksa pemain berhenti bergerak atau membidik. Back Button Attachment DualShock 4 membuatnya lebih dapat dimaklumi, tapi hanya sedikit pemain yang memiliki solusi serupa untuk masalah button-mapping yang mengesalkan ini.

Tapi Infinity Ward juga menjanjikan beberapa fitur baru atau perbaikan fitur yang sudah ada di beberapa hari, minggu, atau bulan ke depan. Seperti kurangnya mode solo dan duo, masalah teknis di lobi, kill steal, dan hal-hal sejenis.

Call of Duty: Warzone

Secara keseluruhan, game ini masih memiliki daya tarik khas franchise Call of Duty, termasuk sistem kontrol yang terancang baik, senjata yang menyenangkan untuk dipakai, dan gameplay yang intens. Terlebih lagi, kesempatan kembali ke arena pertarungan dengan memenangkan pertandingan 1v1 setelah kematian pertama pemain adalah fitur yang cukup baru dan menyegarkan untuk genre ini. Keberadaan sistem uang memiliki sisi positif dan negatifnya; memuaskan rasanya untuk diberikan penghargaan karena telah mengeksplorasi peta atau bermain dengan baik, namun bisa menjadikan pengalaman bermain memiliki pacing yang aneh dan mengurangi kerapihan gameplaynya.

Sejauh ini, kami rasa fitur yang ditawarkan game ini lebih banyak baiknya; sistem loot yang lebih dipersimpel juga turut membuat game ini lebih mudah dimainkan untuk pemain dengan level kemampuan yang berbeda. Pertimbangan utama kami saat ini adalah kurangnya inovasi baru, ukuran skuadron yang terbatas, dan masih kurangnya polesan untuk menyempurnakan gamenya. Tapi kami harap status beta yang disandangnya memang berarti Infinity Ward akan terus memperbaiki dan mengiterasi kondisi game saat ini. Jika konsisten dilakukan, Call of Duty: Warzone bisa menjadi game yang patut diwaspadai pesaingnya.

Call of Duty: WarzoneCall of Duty: WarzoneCall of Duty: Warzone
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Senjata masih terasa enak dimainkan, petanya terancang baik, sistem Gulag yang menarik, sistem <i>loot</i> yang lebih simpel
-
Tidak membedakan diri dengan game lainnya, terlalu dangkal untuk beberapa pemain, tidak ada mode solo dan duo, adanya button-mapping yang buruk di konsol
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Call of Duty: WarzoneScore

Call of Duty: Warzone

REVIEW. Ditulis oleh Eirik Hyldbakk Furu

Infinity Ward meluncurkan salah satu game battle royale terbaik di pasaran, namun gamenya masih belum punya identitas yang membedakan dari yang lain.



Loading next content