Indonesia
review
Bleeding Edge

Bleeding Edge

Game pertama Ninja Theory sebagai Xbox Game Studio kini sudah bisa dibeli dan dimainkan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Segalanya terlihat tandus dalam hal game eksklusif untuk Xbox One di tahun-tahun pertamanya tetapi pada E3 2018, terdapat secercah harapan. Phil Spencer naik ke atas panggung untuk mengungkapkan bahwa Microsoft telah menambahkan empat studio baru ke dalam portfolionya dan di antaranya adalah Ninja Theory - otak di balik Hellblade: Senua's Sacrifice dan DmC: Devil May Cry dari tahun 2013. Penuh dengan cat neon, Bleeding Edge, perilisan pertama Ninja Theory sejak pengakuisisiannya, ini adalah pendekatan baru radikal dari mereka dan mewakili petualangan pertama mereka ke dalam dunia arena online.

Pertarungan online di dalam Bleeding Edge adalah 4v4. Di sini tim beradu dalam dua tipe pertandingan: Objective Control dan Power Collection. Objective Control adalah mode tipikal Capture the Flag di mana pemain bertarung di peta untuk menjaga kontrol atas beberapa objektif berhuruf. Power Collection menugaskan pemain mengumpulkan power cell dan menaruhnya di lokasi-lokasi yang ditandai ketika tersedia. Ada kejar mengejar di sini karena kematian akan menyebabkan power cell yang kamu bawa terjatuh dan kamu tidak bisa menyimpan satu cell pun jika pemain lain menyerangmu.

Memastikan kamu bekerja sebagai sebuah tim dan memiliki komposisi tim bervariasi vital untuk kesuksesanmu - kamu tidak bisa terlalu jauh meninggalkan rekanmu dan bertarung sendiri. Pemain bisa memilih antara kelas Tank, Support, atau Fighting yang memiliki perang tersendiri. Tank, sebagai contoh, biasanya menjadi pemain terdepan karena mereka bisa menerima lebih banyak damage dan pemain Support sebaiknya berada di belakang untuk memberikan shield dan memulihkan nyawa rekan-rekannya. Penekanan pada kerja sama tim memang menjadi masalah ketika tim kamu tinggal sedikit karena satu pemain bisa dibunuh dalam hitungan detik oleh sekelompok lawan.

Sesuatu yang kami apresiasi adalah kondisi penuh energi dan momentum yang dihadirkan Bleeding Edge melalui desain arenanya. Di sepanjang setiap peta, terdapat papan lompatan untuk mendorongmu ke platform yang lebih tinggi. Lalu dengan menahan tombol arah kanan, kamu bisa mengeluarkan sebuah hoverboard untuk meluncur. Terdapat juga bahaya lingkungan yang harus kamu waspadai dan ini juga bisa kamu manfaatkan. Pada sebuah pertandingan awal, seorang musuh mendorong kami ke depan kereta yang melaju dan langsung membunuh kami. Petanya terasa dibuat dengan baik namun saat ini baru ada lima yang tersedia sehingga membuat segalanya menjadi repetitif dengan cepat. Tidak membutuhkan lebih dari satu jam untuk melihat semuanya.

Bleeding Edge

Kami juga merasa pertarungannya cepat dan mudah dipahami melalui sebuah tutorial sepanjang lima menit. Setiap karakter memiliki sebuah serangan dasar (beberapa adalah melee dan beberapa proyektil) dan ini bisa dilakukan bersama untuk menghasilkan combo seperti brawler tradisional. Setiap karakter juga memiliki tiga kemampuan spesial yang bisa memiliki efek kuat, namun memiliki cooldown selama beberapa detik. Kemampuan yang paling berdampak adalah 'super' yang harus digunakan di waktu yang tepat. Setiap pemain memiliki dua super berbeda tetapi hanya satu yang bisa aktif, jadi terdapat pertimbangan taktis yang harus kamu lakukan ketika memilihnya.

Kamu bisa mengutak-atik petarungmu di luar super mana yang digunakan. Setiap petarung memiliki sejumlah mods yang bisa digunakan, dengan maksimum tiga per karakter. Tampaknya tidak mungkin untuk mencoba seluruh kombinasinya, tetapi peningkatan pasif yang ditawarkan relatif seimbang sehingga ini lebih kepada mengkhususkan petarungmu ke arah tertentu daripada membuatnya overpower. Terdapat pula sebuah Dojo sebagai tempat berlatih dengan build baru sebelum membawanya ke arena. Kami menyarankan bermain dulu di sana dengan sebuah karakter sebelum maju ke sebuah pertandingan.

Game dengan gaya visual cel-shaded ini meluncur dengan 11 karakter yang bisa dimainkan (dengan satu yang akan ditambahkan segera, yaitu Mekko sang lumba-lumba). Seperti yang telah kami sebutkan di atas, mereka terbagi atas Tank, Support, dan Fighter. Kami benar-benar mengagumi seberapa besar usaha yang Ninja Theory kerahkan untuk membuat setiap petarung terasa berbeda dan kami memiliki beberapa favorit. Di antaranya yang menonjol adalah Kulev, seekor ular robot yang melingkari sebuah mayat, dan Buttercup, seorang perempuan cyborg yang sebagian dirinya adalah sepeda motor. Kami lebih menyukai kualitas daripada kuantitas, tetapi untuk sekarang susunan ini agak sedikit dan kami segera melihat wajah yang itu-itu saja di arena.

Bleeding Edge

Sesuatu yang benar-benar kurang adalah fitur matchmaking untuk memilih tipe pertandingan apa yang kami ingin masuki. Ini mungkin terasa sepele karena baru ada dua mode permainan, tetapi kami merasa Power Collection muncul lebih sering dan rasanya masalah ini akan semakin rumit ketika lebih banyak mode diperkenalkan. Di sini juga belum ada pertandingan ranked, itu artinya pemain yang lebih berpengalaman akan bertarung melawan pemain pemula karena tidak ada metode pemisahan pemain berdasarkan kemampuan.

Kami yakin bahwa Bleeding Edge memiliki potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang spesial tetapi kami merasa saat ini ia masih berkonten tipis. Game ini baru berisi dua jenis pertandingan dan lima peta. Itu artinya kami sudah melihat semuanya meski baru beberapa lama bermain. Positifnya, pertarungan penuh melee menghadirkan energi yang tinggi dan setiap karakter memiliki kepribadian yang unik. Jika kamu adalah pelanggan Game Pass, kami sarankan untuk mencoba game ini, terutama jika kamu penasaran atas karya dari studio berbakat ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Semua karakter terasa berbeda dan penuh kepribadian, pertarungan terasa cepat, sistem mod menawarkan lapisan taktik lebih banyak.
-
Konten saat peluncuran cukup tipis, tidak ada ranked matchmaking.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Bleeding EdgeScore

Bleeding Edge

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Game pertama Ninja Theory sebagai Xbox Game Studio kini sudah bisa dibeli dan dimainkan.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.