Indonesia
Gamereactor
review
Apex Legends

Apex Legends - Review Versi Switch

Apakah ini satu lagi porting sukses dari Panic Button ataukah sebuah sebuah noda hitam di rekam jejak mereka?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Beberapa hari yang lalu, Respawn Entertainment dan Panic Button merilis versi Nintendo Switch dari Apex Legends. Gamenya sendiri berisi semua yang ada di versi PC, PS, dan Xbox dalam hal konten. Namun, mengingat Switch sendiri memiliki spek yang tidak sementereng platform-platform di atas, saya ingin tahu bagaimana performa game ini di Switch dibandingkan dengan yang lain. Karena saya berniat untuk berfokus kepada sisi performa dan teknis di sini, saya akan melewatkan pembahasan konten baru yang ada di musim terkini.

Sebelum kita membahas lebih detail, perlu diketahui bahwa Apex Legends versi Switch memiliki prosedur log in yang panjang. Kamu harus menautkan atau membuat akun EA terlebih dahulu. Itu artinya saya harus membuat sebuah password baru untuk Origin sebelum saya bisa beraksi. Lalu, setelah itu kamu akan menyaksikan sinematik pembukaan Season 8, yang terlihat cukup bagus baik di mode handheld maupun docked.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Seperti yang sebelumnya dijelaskan oleh Andy Boggs dari Panic Button, Apex Legends berjalan pada 720p dalam mode docked dan 576p di handheld, dengan 30 FPS di kedua mode itu. Tentu saja, sebaiknya kamu lebih memprioritaskan mode docked, apalagi ia terlihat buruk dalam mode handheld. Sesuatu yang bisa diharapkan dengan perangkat terbatas ini. Dalam mode docked, gamenya terlihat bagus, meskipun tidak sebagus platform lain.

Saya tidak pernah mengharapkan versi Switch ini untuk melampaui atau bahkan menyamai versi lain dari Apex Legends, tetapi mode handheld adalah sesuatu yang sebaiknya kamu hindari. Dunianya terlihat samar karena resolusi rendah, ditambah lagi dengan layar yang kecil. Seperti yang sudah saya katakan di atas, mode docked merupakan sebuah porting yang oke, tetapi tampilan di handheld membuat saya terpana, dalam arti yang buruk.

Pembeda paling besar di sini tentu saja adalah frame rate. JIka kamu bermain beragam game Switch, tidak banyak keluhan di sana. Namun, jika kamu tahu Apex, ini adalah sebuah pembeda, dan bukan pembeda yang positif. Apex Legends kadang terasa seperti sebuah slideshow. Dan karena tersedia crossplay di game ini, kamu akan bertemu dengan pemain PC bermonitor 144Hz dan kekuatan komputasi yang bisa membuat Switch milikmu layaknya Tamagotchi.

Apex Legends

Apex berjalan dengan baik di Switch, terutama dalam hal kontrol. Apakah kamu bermain secara handheld dengan Joy-Con terpasang atau docked dengan sebuah controller Pro, game ini diadaptasi dengan baik - meskipun saya sering tertukar antara A dan B dengan X dan Y. Kontrol giroskop, di sisi lain, adalah sesuatu yang lain lagi.

Meskipun secara teori ini menarik, tetapi secara praktiknya buruk. Jika kamu belum tahu, sistem ini memungkinkan kamu mengontrol bidikan dengan menggerakkan Joy-Con atau Pro Controller secara fisik. Meskipun ia terasa keren selama 10 menit pertama, kamu tidak akan bisa bersaing dengan pemain yang menggunakan stik analog untuk membidik, apalagi dengan pemakai mouse. Lalu, jika kamu tidak mematikan fitur ini sepenuhnya, maka input dari giroskop akan mengganggu bidikanmu. Jika kamu bisa memainkan Apex Legends tanpa bergerak, maka ini akan sangat mengganggu.

Apex Legends

Salah satu bagian yang benar-benar bagus dari Apex Legends versi Switch adalah kamu tidak memerlukan Nintendo Switch Online untuk bermain. Kamu masih harus membuat atau menautkan akun Origin ke akun Nintendo jika kamu ingin masuk, tetapi kamu terbebas dari biaya berlangganan Switch Online.

Crossplay juga tersedia sejak awal. Itu artinya kamu bisa bermain dengan teman-temanmu di PlayStation, Xbox, dan PC kapanpun. Namun, meskipun fitur ini luar biasa, saya sarankan untuk mematikannya, kecuali kamu ingin bermain bersama temanmu di platform lain. Pasalnya, kamu akan langsung terbantai oleh pemain lain dari platform lain. Dan percayalah kepada saya, itu buruk sekali.

Sementara itu, cross-progression belum tersedia. Hal ini memang juga belum ada di platform lain. Jadi, jika kamu memulai versi Switch, kamu akan memulai dari nol, tanpa kosmetik yang didapatkan dari platform lain.

Apex Legends masih menjadi salah satu battle royale terseru di luar sana. Namun, ia diterjemahkan dengan medioker oleh Panic Button ke Switch, dengan syarat kamu memainkannya dalam mode docked. Namun, jika kamu berniat untuk membawa Apex dalam perjalanan, bersiaplah dengan pengalaman buruk dengan tampilan 576p. Karena game ini gratis dan tidak memerlukan Nintendo Switch Online, ia patut untuk dicoba jika kamu adalah penggemar Apex dan memiliki 25GB tersedia di ruang penyimpanan. Tapi ya, bersiaplah dengan segala penurunan performa dibandingkan platform lain.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Apex Legends
05 Gamereactor Indonesia
5 / 10
+
Mode docked berjalan baik. Tidak memerlukan Switch Online untuk bermain. Berisi semua konten musiman terbaru.
-
Mode handheld tidak terlihat bagus. Ukuran file besar. Frame rate di bawah platform lain.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Apex LegendsScore

Apex Legends

REVIEW. Ditulis oleh Mike Holmes

Respawn Entertainment kembali dengan sebuah shooter battle royale yang menaikkan standar genrenya.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.